Pengelolaan Blok Natuna Diserahkan ke Petronas
JAKARTA (Bisnis.com): Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menyampaikan ucapan terima kasih atas penawaran pengelolaan Blok Natuna D Alpha sementara perjanjian kerja sama di bidang energi harus mengutamakan kepentingan Indonesia.
Hal itu disampaikan PM Razak dalam konferensi pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, siang tadi. “Saya juga berterima kasih penawaran Bapak Presiden supaya kawasan gas natuna boleh diusahakan oleh pihak Petronas,” ujar Najib.
Kerja sama di bidang energi menjadi salah satu topik pembicaraan kedua Kepala Negara. Sinergi lain yang ditawarkan Malaysia adalah penyaluran produksi listrik dari Bakun, Serawak ke Kalimantan. Pada kesempatan yang sama, Presiden Yudhoyono menekankan bahwa kedua negara sepakat untuk melanjutkan kerja sama di bidang listrik, minyak dan gas, serta energi terbarukan.
Menteri Sekretaris Negara, yang mendampingi Presiden Yudhoyono dalam pertemuan bilateral, menambahkan Presiden menekankan bahwa perjanjian kerja sama di bidang energi harus mengutamakan kepentingan Indonesia. “Kerja sama itu tentu memerlukan satu kerangka yang cukup bisa memberikan maksimal keuntungan dalam konteks kepentingan domestik. Itu selalu begitu arahan Presiden,” kata Hatta yang dijumpai seusai pertemuan bilateral.
Penetapan mitra PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Blok Natuna D Alpha akan ditentukan setelah keluarnya keputusan presiden tentang tim khusus yang akan dibentuk untuk mendampingi perseroan dalam mengelola aset migas terbesar Indonesia itu.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan sejauh ini proses pemilihan masih terus berlangsung oleh konsultan Wood McKenzie. Pertamina tidak dapat memberikan perkiraan target penyelesaian seleksi sekaligus penetapan hasilnya karena baru bisa dilakukan setelah keputusan presiden (kepres) tentang tim khusus pemerintah itu terbit.
Tim khusus itu akan bekerja untuk memperlancar proses pengelolaan blok yang disebut-sebut memiliki cadangan gas terbesar di Indonesia itu. Tim juga akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mengamankan potensi penerimaan negara dari blok tersebut.
Hatta menambahkan keppres tersebut belum ditandatangani oleh Presiden. Terdapat delapan perusahaan migas dunia yang telah mengajukan proposal untuk menjadi mitra Pertamina di Natuna D Alpha yaitu ExxonMobil Corp., Total SA, Chevron Corp., Eni SpA, Royal Dutch Shell, China National Petroleum Corp, Petronas, dan StatoilHydro. (Ratna Ariyanti/yn)
Sumber: Bisnis Indonesia, Kamis, 23 April 2009
Filed under: Ekonomi Bisnis, Energi, Internasional, Lain-lain | Leave a Comment
No Responses Yet to “Pengelolaan Blok Natuna Diserahkan ke Petronas”